... helping you be all that God made you to be, because He plans on shining His light into this world through you.

Berni - ceo, Christianityworks

Lempar Batu, Cuci Kaki

We're glad you like it!

Enjoying the content? You can save this to your favorites by logging in to your account.

Register or Login

Add to Favourites

Yohanes 13:1-5 Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya. Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia. Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah. Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.

Listen to the radio broadcast of

Lempar Batu, Cuci Kaki


Download audio file

Mencintai orang yang tidak membalas cinta kita, yah, itu tidak mudah, bukan? Sebenarnya naluri kita adalah memberi mereka kesedihan sebanyak yang mereka berikan kepada kita. Dan itulah mengapa ada begitu banyak konflik di dunia.

Ketika saya masih kecil, saya ingat berkelahi dengan beberapa teman sekolah saya dan kami akhirnya saling melempar batu. Bukan perilaku yang benar-benar luar biasa, saya tahu. Tapi sayangnya banyak yang membawa perilaku semacam itu hingga dewasa, saling melempar batu metaforis ketika mereka tidak setuju. Kata Yesus:

Yohanes 13:1-5 Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya. Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia. Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah. Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.

Hal yang mengejutkan saya tentang episode itu adalah bahwa Yesus juga membasuh kaki Yudas karena tahu betul bahwa dia akan mengkhianati-Nya.

#NoteToSelf: Sulit untuk melempar batu ketika Anda sedang sibuk mencuci kaki.

Demikian Firman Tuhan. Fresh… Untukmu… Hari ini


We use cookies to improve your browsing experience, analyse site traffic & personalise content, but we do not track you when you leave this site. To find out how we utilise & protect your data, check out our "Privacy Policy".

Privacy Policy

Help see God’s Word actively working in millions more lives!

Help see countless more lives touched and transformed by the living Word of God – month after month – by making your gift monthly!